Get Gifs at CodemySpace.com

Jumat, 16 Desember 2011

makalah dasar-dasar mipa


MAKALAH DASAR-DASAR MIPA
PENDEKATAN,METODE, MODEL,STRATEGI DAN TEKNIK PEMBELAJARAN

Disusun oleh:
KELOMPOK 7
1.         LESTARI WIDODO
2.         TIARA LYFIRDA
3.         DESI  PUSPITA SARI
4.         FITRIA APRILIA LESTARI
5.         SAGITA
Program study  : Pendidikan Fisika
Dosen Pembimbing :Dra.JUfRIDA, M.Si

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2011








KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
            Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang mana atas rahmat dan karunia-Nya yang tiada terputus serta yang telah memberi inspirasi kepada penulis, sehingga makalah mata kuliah Dasar-Dasar MIPA yang berjudul “Pendekatan, Metode, Model, Strategi dan Teknik Pembelajaran”dapat terselesaikan.Shalawat dan salam tak lupa penulis sampaikan kepada junjungan nabi Muhammad SAW.
           
            Makalah ini disusun berdasarkan literatur-literatur yang menjadi satu kesatu yang lengkap dan menarik. Sehingga dapat membantu dalam proses pembelajaran serta sebagai penunjang dalam materi yang sama.
            Semoga makalah ini mampu membantu dalam memahami keadaan pendidikan di Indonesia dan bermanfaat bagi pembaca serta dapat dijadikan penunjang dalam dunia pendidikan.Atas perhatiannya penulis mengucapkan banyak terima kasih
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Jambi, Oktober  2011
Penulis







i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................................... i
DAFTAR ISI.......................................................................................... ...............................ii
BAB I PENDAHULUAN                           
1.1.Latar belakang................................................................................................................. .1
1.2.Rmusan masalah................................................................................................................. 2
1.3.Tujuan................................................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1. pendekatan pembelajaran...................................................................................... 3
2.2. Metode pembelajaran............................................................................................ 6
2.3  Model pembelajaran ..............................................................................................17
2.4  Strategi pembelajaran ............................................................................................19
2.5  Teknik pembelajaran..............................................................................................23
BAB III PENUTUP
..... 3.1.Kesimpulan..................................................................................................................26
      3.2.Kritik dan Saran ....................................................................................................... 26        













ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Dalam kerangka ltern belajar mengajar, terdapat komponen proses yakni keaktifan fisik, mental, intelektual dan emosional dan komponen produk, yakni hasil belajar berupa keterpaduan aspek-aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik Secara lebili rinci komponen produk tersebut mencakup berbagai kemampuan: menamati, menginterprestasikan, meramalkan. Mengkaji, menggeneralisasikan, menemukan, mendiskusikan, dan mengkomonikasikan hasil penemuan. Aspek-aspek kemampun tersebut dikembangkan secara terpadu melalui  ltern pembelajaran berdasarkan pendekatan CBSA.
Masalah pendidikan merupakan masalah yang cukup kompleks, karena terkait dengan masalah kuantitas, masalah kualitas, masalah relevansi dan masalah efektivitas.Masalah kuantitas timbulsebagai akibat hubungan antara pertumbuhan ltern pendidikan dan pertumbuhan penduduk.
Masalah kualitas adalah masalah bagaimana meningkatkan kemampuan sumber daya manusia.Masalah kualitas pendidikan merupakan masalah yang cukup serius di dalam rangka kelangsungan hidup brbangsa dan bernegara, dakam konteks hubungan bangsa dengan beradapan dunia.Penanganan masalah aspek kualitas berhubungan erat dengan penanganan aspek kuantitas, oleh karenannya perlu ada keseimbangan antara keduanya.
Masalah relevansi timbul dari hubungan antara ltern pendidikan dan pembangunan nasional, dan harapan masyarakat tentang peningkatan output pendidikan.Masalah efektivitas merupakan masalah kemampuan pelaksanaan pendidikan.Sedangkan masalah efisiensi pada hakekatnya juga merupakan masalah pengelolaan pendidikan.
Sehubungan dengan aspek permasalahan aspek di atas pemerintah telah banyak melakukan serangkaian kegiatan secara terus menerus melalui tahapan pembangunan di bidang pendidikan.Kesemunya diarahkan pada pencapaian peningkatan mutu pendidikan atau menyangkut aspek kualitas pendidikan.
Berdasarkan uraian di atas, maka pembangunan pendidikan sekarang harus mengalami perubahan.Misalnya penyampaian pelajaran tidaklah cukup dengan mengutarakan secara tulisan saja. Ini berarti bahwa ltern intruksional menghendaki para pengajar berusaha menjadikan keterlibatan mental maupun fisik siswa dalam proses pengajaran. Sehingga pengajaran yang efektif dan berhasil guna dapat tercapai untuk menunjang pencapaian tujuan.Hal ini menuntut pihak pengajar sedapat mungkin mencari pola organisasi pengajaran yang tepat sebagai lternative yang sesuai dengan karakteristik materi yang diajarkan.Salah satu acuannya adalah analisis materi atau strukturisasi konsep.
Untuk mewujudkan harapan tersebut di atas, perlu dilakukan pembaharuan pendidikan yang dituangkan dalam berbagai program pembaharuan pendidikan. Misalnya perubahan kurikulum, pemberdayaan guru-guru bidang studi melalui penataran, pengadaan buku-buku paket serta pemilihan metode dan pendekatan pengajaran yang tepat.

1
1.2.Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini yaitu sebagai berikut :
1.      Apa itu pendekatan pembelajaran?
2.      Apa itu metode pembelajaran?
3.      Apa itu model pembelajaran ?
4.      Apa itu starategi pembelajaran ?
5.      Apa itu teknik pembelajaran?


1.3.Tujuan
1.      Mengetahui pendekatan pembelajaran
2.      Memahami  metode pembelajaran
3.      Mengetahui  model pembelajaran
4.      Memahami  strategi pembelajaran
5.      Mengetahui teknik pembelajaran























2
BAB II
PEMBAHASAN


2.1. PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Pendekatan pembelajarandapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.
Macam-macam pendekatan dalam pembelajaran yaitu sebagai berikut :
  1. Pendekatan CBSA

CBSA adalah suatu  pendekatan dalam pembelajaran yang menitik beratkan pada keaktifan siswa, yang merupakan inti dari kegiatan belajar.
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru, ialah:
1)      Menyiapkan lembaran kerja
2)      Menyusun tugas bersama siswa;
3)      Memberikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan;
4)     Memberikan bantuan dan pelayanan kepada siswa apabila siswa mendapat  kesulitan;
5)      Menyampaikan pertanyaan yang bersifat asuhan;
6)      Membantu mengarahkan rumusan kesimpulan umum;
7)      Memberikan bantuan dan pelayanan khusus kepada siswa yang lambat;
8)      Menyalurkan bakat dan minat siswa;
9)      Mengamati setiap aktivitas siswa.

2.      Pendekatan dalam Keterampilan Proses

Pendekatan dalam keterampilan proses ialah pendekatan pembelajaran yang bertujuan mengembangkan sejumiah kemampuan fisik dan mental sebagai dasar untuk mengembangkan kemampuan yang lebih tinggi pada diri siswa.Conny (1990 : 14). mengatakan bahwa ada beberapa alasan yang melandasi perlu diterapkan pendekatan keterampila proses (PKP) dalam kegiatan belajar mengajar yaitu:
  1. Perkembangan ilmu pengetahuan berlangsung semakin cepat sehingga tak mungkin lagi para guru mengajarkan semua fakta dan konsep kepada siswa.
  2. Para ahli psikologi umumnya berpendapat bahwa anak-anak muda memahami konsep-konsep yang rumit dan abstrak jika disertai dengan contoh-contoh kongkrit.
3

  1. Penemuan ilmu pengetahuan tidak bersifat relatif benar seratus persen penemuannya bersifat relatif .

  1. Dalam proses belajar mengajar pengembangan konsep tidak dilepaskandari pengembangan sikap dan nilai dalam diri anak didik.
3.      Pendekatan Kontekstual

Pendekatan konstekstual berlatar belakang bahwa siswa belajar lebih bermakna dengan melalui kegiatan mengalami sendiri dalam lingkungan alamiah, tidak hanya sekedar mengetahui, mengingat, dan memahami.

4.      Pendekatan Konstruktivisme

Kontruktivisme merupakan landasan berfikir pendekatan kontekstual. Yaitu bahwa pendekatan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tiba-tiba(Suwarna,2005).

5.      Pendekatan Deduktif -Induktif
a.       Pendekatan Dedutif

Pendekatan deduktif ditandai dengan pemaparan konsep, definisi dan istilah-istilah pada bagian awal pembelajaran. Pendekatan deduktif dilandasi oleh suatu pemikiran bahwa proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik bila siswa telah mengetahui wilayah persoalannya dan konsep dasarnya(Suwarna,2005).

b.      Pendekatan Induktif

Ciri uatama pendekatan induktif dalam pengolahan informasi adalah menggunakan data untuk membangun konsep atau untuk memperoleh pengertian.Data yang digunakan mungkin merupakan data primer atau dapat pula berupa kasus-kasus nyata yang terjadi dilingkungan.

6.      Pendekatan Konsep dan Proses

a.       Pendekatan Konsep
Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konsep berarti siswa dibimbing memahami suatu bahasan melalui pemahaman konsep yang terkandung di dalamnya. Dalam proses pembelajaran tersebut penguasaan konsep dan subkonsep yang menjadi fokus. Dengan beberapa metode siswa dibimbing untuk memahami konsep.
4

b.      Pendekatan Proses

Pada pendekatan proses, tujuan utama pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam keterampilan proses seperti mengamati, berhipotesa, merencanakan, menafsirkan, dan mengkomunikasikan. Pendekatan keterampilan proses digunakan dan dikembangkan sejak kurikulum 1984. Penggunaan pendekatan proses menuntut keterlibatan langsung siswa dalam kegiatan belajar.

7.    Pendekatan Sains, Tekhnologi dan Masyarakat

National Science Teachers Association (NSTA) (1990 :1)memandang STM sebagai the teaching and learning of science in thecontext of human experience. STM dipandang sebagai proses pembelajaran yang senantiasa sesuai dengan konteks pengalaman manusia. Dalam pendekatan ini siswa diajak untuk meningkatakankreativitas, sikap ilmiah, menggunakan konsep dan proses sains dalam kehidupan sehari-hari.Definisi lain tentang STM dikemukakan oleh PENN STATE(2006:1) bahwa STM merupakan an interdisciplinary approach whichreflects the widespread realization that in order to meet the increasingdemands of a technical society, education must integrate acrossdisciplines.

8.      Pendekatan berbasis Kompetensi

Pendekatan berbasis kompetensi adalah suatu pendekatan penguasaan kompetensi seseorang.

9.      Pendekatan faktual

Pendekatan faktual adalah sains meggunakan pendekatan pembahasan berdasarkan fakta-fakta yang ada disekitar kita.

10.  Pendekatan Pembelajaran Menejemen Kelas

Pendekatan pebelajaran menejemen kelas adalah suatu pendekatan dalam upaya mengukur situasi kelas agar tercipta iklim pembelajaran yang baik.

11.  Pendekatan Berdasarkan Perbedaan Siswa

Pendekatan berdasarkan perbedaan siswa adalah yang menyesuaikan karakter dari siswanya.



5
12.  Pendekatan Pembelajaran Kooperatif

Pendekatan pembelajaran kooperatif adalahsuatu pendekatan yang menuntut kerjasama kelompok.

13.  Pendekatan Jarak Jauh

Pendekatan jarak jauh adalah suatu pendekatan dengan letak secara geografis jauh antara pendidik dan peserta didik. Pendekatan ini memiliki kelebihan yaitu efisiensi dari waktu dan biaya . Dibalik itu semua terdapat kekurangan yaitu kurang efektif dalam belajar karena tanpa ada pengawasan serta pengarahan yang jelas
2.2. METODE PEMBELAJARAN
Metode adalah cara yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas sebagai upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran
Menurut Nana Sudjana (2005: 76) metode pembelajaran adalah, “Metode pembelajaran ialah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran”.
Sedangkan M. Sobri Sutikno (2009: 88) menyatakan, “Metode pembelajaran adalah cara-cara menyajikan materi pelajaran yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses pembelajaran pada diri siswa dalam upaya untuk mencapai tujuan”.
Berdasarkan definisi / pengertian metode pembelajaran yang dikemukakan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran merupakan suatu cara atau strategi yang dilakukan oleh seorang guru agar terjadi proses belajar pada diri siswa untuk mencapai tujuan.
Benny A. Pribadi (2009: 11) menyatakan, “tujuan proses pembelajaran adalah agar siswa dapat mencapai kompetensi seperti yang diharapkan.
Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya:
(1)   ceramah;                                                 
(2)   demonstrasi;
(3)   diskusi;
(4)   simulasi;
(5)   laboratorium;
(6)   Tanya jawab;
(7)   pemberian tugas;
(8)   pemecahan masalah;
(9)   karyawisata;
6

          (10)  individual;
          (11)  eksperimen;
          (12)  bimbingan; dan
          (13)  sisiodrama.



MACAM-MACAM  METODE  PEMBELAJARAN
1.      Metode Ceramah

Metode ceramah merupakan suatu metode yang digunakan untuk menjelaskan materi secara verbal, dan biasanya memiliki alat bantu visual.
Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalammenggunakan metode ceramah adalah sebagai berikut:

1) Mendefinisikan istilah-istilah tertentu
2) Pembuatan bagian-bagian atau sub-sub bagian dari materi yangdibicarakan
3) Pembuatan ikhtisar dalam bentuk pengungkapan dari inti pembicaraan
4) Langkah terakhir, mengajukan dan memecahkan keberatan-keberatandan memberikan kesempatan kepada guru untuk menjawab danmengklarifikasi jika ada salah pengertian.
Ada beberapa alasan yang mengapa metode ceramah  sering digunakan, alasan ini merupakan sekaligus menjadi keunggulannya. Keunggulan-keunggulannya adalah:
  1. Guru mudah menguasai kelas.
  2. Mudah mengorganisasikan tempat duduk/kelas.
  3. Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar.
  4. Mudah mempersiapkan dan melaksanakannya.
  5. Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik. (Syaiful Bahri Djamarah & Azwan Zain, Strategi Pembelajaran, h. 97.)
Di samping keunggulan-keunggulan tersebut, metode ceramah juga memiliki kelemahan-kelemahan. Kelemahan-kelemahannya adalah:
  1. Mudah terjadi verbalisme (pengertian kata-kata).
  2. Yang visual menjadi rugi, yang auditif (mendengar) yang besar menerimanya.
  3. Bila selalu digunakan dan terlalu lama, membosankan.
  4. Guru menyimpulkan bahwa siswa mengerti dan tertarik pada ceramahnya, ini sukar sekali. (Ibid, h. 97.)
7
2.      Metode Diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan penyajian materi melalui pemecahan masalah, atau analisis sistem produk teknologi yang pemecahannya sangat terbuka. Suatu diskusi dinilai menunjang keaktifan siswa bila diskusi itu melibatkan semua anggota diskusi dan menghasilkan suatu pemecahan masalah.
Tujuan metode ini adalah       
1) Memotivasi atau memberi stimulasi kepada siswa agar berfikir kritis, mengeluarkan pendapatnya, serta menyumbangkan pikiran-pikirannya.
2) Mengambil suatu jawaban actual atau satu rangkaian jawaban yang didasarkan atas pertimbangan yang saksama
Adapun  dalam pelaksanaan metode diskusi, guru harus benar-benar mampu mengorganisasikan siswa sehingga diskusi dapat berjalan seperti yang diharapkan. Menurut Bridges (1979) dalam pelaksanaan metode diskusi, guru harus mengatur kondisi yang memungkinkan agar:
  • Setiap siswa dapat berbicara mengeluarkan gagasan dan pendapatnya.
  • Setiap siswa harus saling mendengar pendapat orang lain.
  • Setiap harus dapat mengumpulkan atau mencatat ide-ide yang dianggap penting.
  •  Melalui diskusi setiap siswa harus dapat mengembangkan pengatahuannya serta memahami isu-isu yang dibicarakan dalam diskusi. (Ibid, h. 155.)
Setiap metode pembelajaran pasti memiliki keunggulan dan kelemahan, begitu juga dengan metode diskusi. Ada beberapa keunggulan dari metode diskusi, yaitu:
  • Siswa memperoleh kesempatan untuk berpikir.
  • Siswa mendapat pelatihan mengeluarkan pendapat, sikap dan aspirasinya secara bebas.
  • Siswa belajar bersikap toleran terhadap teman-temannya.
  • Diskusi dapat menumbuhkan partisipatif aktif dikalangan siswa.
  • Diskusi dapat mengembangkan sikap demokratif, dapat menghargai pendapat orang lain.
  • Dengan diskusi, pelajaran menjadi relevan dengan kebutuhan masyarakat.(Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran (Bandung: Alfabeta, 2008), h. 208.)
            Di samping itu juga, ada beberapa kelemahan-kelemahan penggunaan metode diskusi, di antaranya:
  • Diskusi terlalu menyerap waktu.
  • Pada umumnya siswa tidak terlatih untuk melakukan diskusi dan menggunakan waktu diskusi dengan baik, maka kecenderungannya mereka tidak sanggup berdiskusi.
  • Kadang-kadang guru tidak sanggup memahami cara-cara melaksanakan diskusi, maka kecenderungannya diskusi tanya jawab.  (Ibid, h. 209.)
  • 8
      3.  Metode Tanya Jawab
                                                                                                     
Metode tanya jawab adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan mengahasilkan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan siswa memahami materi tersebut.Metode tanya jawab  bertujuan untuk menarik perhatian peserta didik agar lebih terpusat kepada proses pembelajaran.
Keunggulan-keunggulan  dari metode tanya jawab adalah:
  • Pertanyaan menarik dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa, sekalipun ketika siswa sedang ribut, yang mengantuk kembali tegar dan hilang kantuknya.
  • Merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan cara berpikir, termasuk daya ingatan.
  • Mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat. (Ibid, h. 95.)
            Adapun kelemahan-kelemahan dari metode tanya jawab ini adalah:
  • Siswa merasa takut, apalagi bila kurang dapat mendorong siswa untuk berani, dengan menciptakan suasana yang tidak tegang, melainkan akrab.
  • Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berpikir dan mudah dipahami siswa.
  • Waktu sering banyak terbuang, terutama apabila siswa tidak dapat menjawab pertanyaan sampai dua atau tiga orang.
  • Dalam jumlah siswa yang banyak, tidak mungkin cukup waktu untuk memberikan pertanyaan kepada setiap siswa. (Ibid, h. 95.)
4. Metode Demonstrasi                                                                          

     Metode demonstrasi adalah pertunjukan tentang proses terjadinya suatu peristiwa, sampai pada penampilan tinkah laku yang di contohkan agar dapat dipahami oleh peserta didik, baik secara nyata maupun secara tiruan.
Tujuan metode ini adalah memperjelas pengertian konsep atau suatu teori.
Diantara keuntungan metode ini adalah

1)       Perhatian anak dapat dipusatkan dan titik berat yang dianggap penting dapat diamati secara tajam

2)       Proses belajar anak akan semakin terarah karena perhatiannya akan lebih terpusat kepada apa yang didemonstrasikan

9
3)    Apabila anak terlibat aktif, maka mereka akan memperoleh pengalaman atau pengetahuan yang melekat pada jiwanya dan ini berguna dalam pengembangan kecakapannya.
Keunggulan-keunggulan metode demontrasi adalah:
  • Perhatian murid dapat dipusatkan kepada hal-hal yang dianggap penting oleh guru sehingga hal yang penting itu dapat diamati.
  • Dapat membimbing murid ke arah berpikir yang sama dalam satu saluran pikiran yang sama.
  • Ekonomis dalam jam pelajaran di sekolah dan ekonomis dalam waktu yang panjang dapat diperlihatkan melalui demonstrasi dengan waktu yang pendek.
  • Dapat mengurangi kesalaham-kesalahan bila dibandingkan dengan hanya membaca atau mendengarkan, karena murid mendapatkan gambaran yang jelas ari hasil pengamatannya.
  • Karena gerakan dan proses dipertunjukkan maka tidak memerlukan keterangan-keterangan yang banyak.
  • Beberapa persoalan yang menimbulkan pertanyaan atau keraguan dapat diperjelas waktu proses demonstrasi. ( Syaiful Sagala, Konsep dan Makan, h. 211. )
Kelemahan-kelemahan metode demontrasi adalah:
  • Metode ini memerlukan keterampilan guru secara khusus, karena tanpa ditunjang dengan hal itu, pelaksanaan demonstrasi akan tidak efektif.
  • Fasilitas seperti peralatan, tempat, dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik.
  • Demonstrasi memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang di samping memerlukan waktu yang cukup panjang, yang mungkin terpaksa mengambil waktu atau jam pelajaran lain. (Syaiful Bahri Djamarah & Azwan Zain, Strategi Belajar, h. 91.)

5.      Metode pemberian tugas

Metode pemberian tugas adalah cara mengajar atau penyajian materi melalui penugasan siswa untuk melakukan suatu pekerjaan.
Agar pemberian tugas dapat menunjang keberhasilan proses pembelajaran,  maka:
1)      Tugas harus bisa dikerjakan oleh siswa atau kelompok siswa,

2)      Hasil dari kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan presentasi oleh siswa dari         satu kelompok dan ditanggapi oleh siswa dari kelompok yang lain atau oleh guru yang bersangkutan,
10

3)      Di akhir kegiatan ada kesimpulan yang didapat.

Keunggulan-keunggulan metode tugas dan resitasi adalah:
  • Baik sekali untuk mengisi waktu luang dengan hal-hal yang konstruktif.
  • Memupuk rasa tanggung jawab dalam segala tugas sebab dalam strategi ini siswa harus mempertanggung jawabkan segala sesuatu (tugas) yang telah dikerjakan.
  • Memberikan kebiasaan siswa untuk giat belajar.
  • Memberikan tugas siswa untuk sifat yang praktis. ( Zuhairini, dkk, Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam (Surabaya: Usaha Nasional, 1983), h. 98.)
Kelemahan-kelemahan metode tugas dan resitasi adalah:
  • Tidak jarang pekerjaan yang ditugaskan itu diselesaikan dengan meniru pekerjaan orang lain.
  • Karena perbedaan individu, maka tugas apabila diberikan secara umum mungkin beberapa orang diantaranya merasa sukar sedangkan sebagian lainnya merasa mudah menyelesaikan tugas tersebut.
  • Apabila tugas diberikan, lebih-lebih bila itu sukar dikerjakan, maka ketenangan mental para siswa menjadi terpengaruh. (Ali Pande & Imansyah, Didaktik Metode (Surabaya: Usaha Nasional, 1984), h. 92.)
6. Metode Eksperimen
Metode eksperimen adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya.
Keunggulan-keunggulan metode eksperimen adalah:
  • Metode ini dapat membuat siswa lebih percaya atas kebenaran dan kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri dari pada hanya menerima kata guru atau buku saja.
  • Dapat mengembangkan sikap untuk studi eksploratis tentang sains dan teknologi, suatu sikap dari seorang ilmuan.
  • Metode ini didukung oleh azas-azas didaktik modern. (Syaiful Sagala, Konsep dan Makna,h. 220-221.)
Kelemahan-kelemahan metode eksperimen adalah:
  • Metode ini lebih sesuai dengan bidang-bidang sains dan teknologi.
  • Metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan mahal.
  • 11
  • Metode ini menuntut ketelitian, keuletan dan dan ketabahan.

  • Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan karena mungkin ada faktor-faktor tertentu yang berada di luar jangkauan kemampuan dan pengendalian. (Syaiful Bahri Djamarah & Azwan Zain, Strategi Belajar, h. 85.)
7.Metode problem solving (metode pemecahan masalah)
Metode problem solving (metode pemecahan masalah) merupakan metode pembelajaran yang dilakukan dengan memberikan suatu permasalahan, yang kemudian dicari penyelasainnya dengan dimulai dari mencari data sampai pada kesimpulan.
Lebih lanjut dikatakan bahwa dalam penggunaan metode problem solving mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
  • Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan.
  • Mencari data atau keterangan yang digunakan untuk memecahkan masalah tersebut.
  • Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut.
  • Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut.
  • Menarik kesimpulan. (Ibid, h. 92.)
Keunggulan-keunggulan metode problem solving (metode pemecahan masalah) adalah:
  • Pemecahan masalah (problem solving) merupakan tehnik yang cukup bagus untuk memahami isi pelajaran.
  • Pemecahan masalah (problem solving) dapat menantang kemampuan siswa serta memberikan siswa kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa.
  • Pemecahan masalah (problem solving) dapat meningkatkan aktifitas pembelajaran siswa.
  • Pemecahan masalah (problem solving) dapat membantu siswa bagaimana mentransfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata.
  • Pemecahan masalah (problem solving) dapat membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggungjawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan. 
  • Melalui pemecahan masalah (problem solving) bisa memperlihatkan kepada siswa bahwa setiap mata pelajaran (matematika, IPA, sejarah, dan lain sebagainya), pada dasarnya merupakan cara berpikir, dan sesuatu yang harus dimengerti oleh siswa, bukan hanya sekedar belajar dari guru atau dari buku-buku saja.
  • Pemecahan masalah (problem solving) dianggap lebih menyenangkan dan disukai siswa.
12
  • Pemecahan masalah (problem solving) dapat mengembangkan kemampuan siswa berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan baru.
  • Pemecahan masalah (problem solving) dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata.
  • Pemecahan masalah (problem solving) dapat mengembangkan minat siswa untuk secara terus menerus belajar sekalipun belajar pada pendidikan formal telah berakhir. (Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran, h. 220-221.)
    Kelemahan-kelemahan metode problem solving (metode pemecahan masalah) adalah:
  • Menentukan suatu masalah yang tingkat kesulitannya sesuai dengan tingkat berpikir siswa, tingkat sekolah dan kelasnya serta pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki siswa, sangat memerlukan kemampuan dan keterampilan guru.
  • Proses belajar mengajar dengan menggunakan metode ini sering memerlukan waktu yang cukup banyak dan sering terpaksa mengambil waktu pelajaran.
  • Mengubah kebiasaan siswa belajar dengan mendengarkan dan menerima informasi dari guru menjadi belajar dengan banyak berpikir memecahkan permasalahan sendiri atau kelompok, yang kadang-kadang memerlukan berbagai sumber belajar, merupakan kesulitan tersendiri bagi siswa. (Syaiful Bahri Djamarah & Azwan Zain, Strategi Belajar, h. 93.)
         8. Metode Tutorial/Bimbingan
            Metode tutorial adalah suatu proses pengelolaan pembelajaran yang dilakukan melalui proses bimbingan yang diberikan/dilakukan oleh guru kepada siswa baik secara perorangan atau kelompok kecil siswa.
Peran guru sebagi fasilitator, moderator, motivator dan pembimbing sangat dibutuhkan oleh siswa untuk mendampingi mereka membahas dan menyelesaikan tugas-tugasnya
Penyelenggaraan metoda tutorial dapat dilakukan seperti contoh berikut ini:
·         Misalkan sebuah kelas dalam bahan ajar Pengerjaan Kayu 2, jam pelajaran pertama digunakan dalam bentuk kegiatan klasikal untuk menjelaskan secara umum tentang teori dan prinsip.
·         Kemudian para siswa dibagi menjadi empat kelompok untuk membahas pokok bahasan yang berbeda, selanjutnya dilakukan rotasi antar kelompok.
·         Sementara para siswa mempelajari maupun mengerjakan tugas-tugas, guru berkeliling diantara para siswa, mendengar, menjelaskan teori, dan membimbing mereka untuk memecahkan problemanya.
·         Dengan bantuan guru, para siswa memperoleh kebiasaan tentang bagaimana mencari informasi yang diperlukan, belajar sendiri dan berfikir sendiri.
Perhatian guru dapat diberikan lebih intensif kepada siswa yang sedang mengoperasikan alat-alat yang belum biasa digunakan.
13
9. Metode Individual
            Metode individual adalah suatu metode yang digunakan untuk menciptakan situasi belajar yang berkembang sesuai dengan waktu dan kecepatan masing- masing individu.
Metode ini biasanya digunakan untuk kepentingan pribadi (privat) atau apabila ditemui ada kelainan pada diri peserta didik.Kebaikan metode individual adalah peserta didik dapat berkembang sesuai dengan kemampuannya dan tidak merasa rendah dibanding temannya.
Kelemahan metode individual adalah peserta didik menjadi kurang berkembang karena mereka belajar tanpa ada motivasi lain dari teman sebayanya.
10.MetodeSosiodrama

 Metode sosiodrama (role playing) adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan mendramasisasikan tingkah laku dalam hubungan social dengan suatu problem, agar peserta didik dapat memecahkan masalah sosial.

Tujuan metode ini adalah       
·         Melatih keterapilan social
·         Menghilangkan perasaan-perasaan malu dan renda diri
·         Mendidik dan mengembangkan kemampuan mengemukakan pendapat
·         Membiasakan diri untuk sanggup menerima pendapat orang lain

          11. Metode Laboratorium
Metode laboratorium adalah suatu metode yang mengaitkan teori dengan pengalaman.
Metode ini mungkin digunakan untuk menyelidiki berbagai hal, termasuk tingkah peserta didik.

12s. Metode Karyawisata
Metode karyawisata adalah suatu metode yang mengajak peserta didik ke suasana di luar kelas.Peserta didik di bawah bimbingan guru diajak menuju ke tempat-tempat yang kongkret, misalnya tempat rekreasi untuk belajar.
Karyawisata berbeda dengan rekreasi.Karyawisata menghasilkan sesuatu yang dicari, sedangkan rekreasi tidak menghasilkan sesuatu yang dilaporkan selain hanya pengalaman-pengalaman.
14

14.  Metode Simulasi
Metode simulasi adalah metode yang diberikan kepada peserta didik, agar peserta didik dapat menggunakan sekumpulan fakta, konsep, dan strategi tertentu.Penggunaan metode tersebut memberi kesempatan kepada peserta didik untuk berinteraksi sehingga dapat mengurangi rasa takut.
Metode simulasi cenderung lebih dinamis dalam menanggapi gejala fisik dan sosial, karena melalui metode ini seolah-olah peserta didik melakukan hal-hal yang nyata ada.
Dengan mensimulasikan sebuah kasus atau permasalahan, seseorang akan lebih menjiwai keberadaannya.

2.3.MODEL PEMBELAJARAN

1.      Pengertian
Pola yang digunakan secara sistematis dalam mengorganisasikan penglaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.
2.      Unsur – unsur pembelajaran
a.       Syntak  tahap kegiatan dalam  model tersebut.
b.      System social situasi atau suasana yang berlaku dalam model tersebut.
c.       Prinsip reaksi pola kegiatan yang menggambarkan bagaimana seharusnya pengajar melihat dan memperlakukan peserta didik.
d.      System pendukung  segala sarana, bahan dan alat yang di perlukan dalam model tersebut.
3.      Jenis- jenis model pembelajaran
A.    Model pengolahan informasi
Contoh ; model Pencapaian konsep
1.   Fase – fase data ( syntak )
a.       Penyajian dan identifikasi konsep
Ø  Guru menyajikan  contoh yang sudah di beri label.
Ø  Para pelajar membandingkan cirri – cirri dalam contoh positif dan dalam contoh negative.
b.      Mengetes pencapain konsep
Ø  Para pelajar mengidentifikasi  tambahan contoh yang tidak di beri label dengan menyatakan ‘ia’ atau ‘tidak’.
Ø  Guru menegaskan hipotesis, nama konsep, dan menyatakan  definisi konsep sesuai dengan ciri – ciri yang eksensial.
c.       Menganalisis  strategi berfikir
Ø  Para pelajar mengungkapkan pemikirannya
Ø  Para pelajar mendiskusikan hipotesis dan ciri – ciri konsep.
Ø  Para pelajar mendiskusikan tipe dan jumlah hipotesis.
15
2.      System social  di kembangkan menjadi dialog bebas.
3.      Prinsip reaksi pengelolaan memberi dukungan dan memberi bantuan  pada peserta didik dalam mempertimbangkan hipotesis, serta memperhatikan peserta didik terhadap contoh yang spesifik.
4.      Sistem pendukung berupa bahan dan data untuk memberikan contoh – contoh.

v  Dampak interaksional
v  Hakekat konsep
v  Strategi pembentukan konsep
v  Penalaran induktif


                        Dampak pengiring
v  Kesadaran akan pilihan pandangan
v  Toleransi terhadap ketidak tentuan logika.
v  Kepekaan terhadap penaran logis dalam komunikasi.

B.     MODEL INTERAKSI SOSIAL
Contoh ; Model penelitian kelompok
1.      Fase – fase data (syntak)
a)        Guru mengemukakan cerita tentang situasi yang mengandung dan menantang.
b)        Guru mendorong terbentuknya  reaksi memecahkan masalah secara berkelompok.
c)        Guru meminta siswa untuk mempelajari  masalah secara mandiri ataupun berkelompok.
2.      System social
a)        Kegiatan kelas berorientasi pada pemecahan masalah.
b)        Guru dan siswa menganalisis masalah secara rinci.
3.      Prinsip reaksi
a)      Guru berperan sebagai pembimbing dan konsultan dalam menghadapi masalah kelompok.
b)      Memberi fasilitas agar siswa dapat bekerja secara kelompok.
4.      System pendukung  tersedianya perpustkaan atau sumber belajar lainnya yang mampu memberikan informasi.
Dampak pngajaran
v  Penerimaan pandangan bahwa ilmu itu  di bahas.
v  Proses kelompok yang efektif dan mampu mengatur diri sendiri

16
 Dampak pengiring
v  Memiliki perasaan bahwa siswa bebas untuk belajar kelompok.
v  Menghargai bahwa pentingnya hubungan antar pribadi yang hangat dan rukun.

C.     MODEL PEMBELAJARAN PRIBADI ATAU PERSONAL
Contoh; model pertemuan tatap muka.
1.      Fase – fase data ( syntak )
v  Guru menciptakan suasana agar seluruh siswa tertarik untuk ikut serta.
v  Guru mengemukakan masalah untuk didiskusikan siswa.
2.      System social.
v  Guru memegang kendali kepemimpinan dalam interaksi, serta mendorong siswa untuk turut ambil bagian.
v  Guru bersifat mendorong keberanian siswa untuk membuat keputusan, tetapi guru memutuskan sesuatu untuk siswa.
3.      Prinsip reaksi
v  Guru merasa diri terlibat dengan kehidupan dan masalah siswa.
v  Guru mendorong siswa untuk berani menilai perilaku sendiri, mengambil keputusan mengubahnya, atau menolak perilaku yang tidak bertangguang jawab.
v  Seluruh kelas sebagai kelompok berani mengenali perilaku, mempelajarinya kembali, dan memilih perilaku yang baik dan kemudian diikutinya.
4.      Pendukung keberhasilan belajar
v  Guru yang memiliki kepribadian yang hangat dan menyenangkan.
v  Guru yang berpengalaman melakukan hubungan antar pribadi.
v  Guru yang berkemampuan menciptakan hubungan  persaudaraan, hati terbuka, dan memahami serta menerima orng lain.
v  Guru cakap memimpin diskusi dan membimbing kelas untuk menilai perilaku dan menolak atau menerima perilaku tersebut.

Dampak pengajaran
Ø  Kebebasan dan memimpin diri sendiri.
Ø  Penentuan tujuan dan evaluasi.
                                    Dampak pengiring
Ø  Kebebasan dan memimpin diri sendiri.
Ø  Keterbukaan dan terintegrasi.


17
D.    MODEL PEMBELAJARAN PERILAKU
Contih;model pengawasan diri
1.      Fase – fase data ( syntak )
a)      Guru mengenal bahasan tentang pengawasan diri untuk berperilaku lebih baik.
b)      Guru mengemukakan prinsip – prinsip perilaku yang baik.
c)      Guru mengajak siswa untuk membuat program pengawasan diri.
d)     Guru meminta siswa untuk melaksanakan program pengawasan diri.
2.      System social
a)      Guru mengemukakan aturan perilaku dalam melaksanakan program.
b)       Guru meminta siswa melaksanakan program kegiatan sendiri.
c)      Guru semula melakukan pemantauan, tetapi kemudian mendorong siswa melakukan penilaian atas kegiatannya sendiri.
d)     Siswa melakukan penilaian atas perilaku dan programnya, dan kemudian melakukan penilaian atas perilaku dan programnya sendiri.
3.      Prinsip reaksi
a)      Memberanikan siswa untuk melakukan pengawasan diri sendiri.
b)      Mengingatkan siswa bahwa lingkungan sekitar pada umumnya tidak melakukan pengenalan social dalam arti mendorong siswa berperilaku yang baik seperti harapan sekolah.
c)      Semula guru bertindak sebagai penguat berperilaku baik, kemudian menyerahkan penguat tersebut kepada siswa sendiri.
d)     Guru menjelaskan pentingnya bimbingan intelektual untuk melaksanakan perilaku yang baik dalam kehidupan.

4.      Pendukung keberhasilan belajar
a)      Guru yang memberanikan siswa untuk melakukan pengawasan diri atas perilakunya sendiri.
b)      Siswa melaksanakan program pengwasan diri sendiri.
c)      Siswa berani menilai diri sendiri dan melakukan perbaikan perilakunya sendiri.

Dampak pengajaran
Ø  Menambah perilaku baik yang diinginkan, dan mengurangi perilaku tidak baik yang tak dikehedaki.
Ø   Perolehan metode untuk melakukan pengawasan diri sendiri.
Ø   Pandangan tentang perilaku yang baik ; kesadaran tentang lingkungan yang baik.
18
Dampak  pengiring
Ø  Perolehan metode untuk melakukan pengawasan diri sendiri.
Ø   Pandangan tentang perilaku yang baik ; kesadaran tentang lingkungan yang baik.

Ø  Rasa mampu untuk melakukan pengawasan diri sendiri dan lingkungan.
Ø  Perolahan harga diri dan percaya diri.

2.4.STRATEGI PEMBELAJARAN
Strategi pembelajaran adalah suatu perencaan yang berisi rangkaian kegiatan yang di desain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu secara efektif dan efisien.
       I.            Jenis-jenis strategi:
1.Strategi pengorganisasian pembelajaran:
a)Berdasarkan jumlah siswa:
1.Klasikal
2.Kelompok kecil
3.Individu
b)Berdasarkan pengaturan guru:
1.Seorang  guru
            Sejumlah siswa di ajar oleh satu guru saja.
2.Strategi pembelajaran beregu(team teaching)
            Pembelajaran yang di laksanakan oleh dua orang atau lebih guru untuk sejumlah siswa. Dalam pembelajaran beregu persiapan dibuat bersama oleh tim guru , dilaksanakan atas tanggung jawab bersama serta penilaian atas tanggung jawab pula, oleh karena itu semua anggota tim guru harus merupakan kesatuan yang kompak.
2. Strategi penyampaian pembelajaran :
a)      Berdasarkan interaksi guru dengan siswa:
1.      Strategi pembelajarantatap muka
penggunaan strategi ini akan lebih baik yang menggunakan alat peraga, karena siswa akan lebih memahami yang diajarkan guru.strategi sudah biasa dilakukan setiap hari baik menggunakan alat peraga ataupun tidak.
19
1.      Strategi pembelajaran melalui media
Pada saat strategi ini, guru dengan siswa tidak secara langsung bertatap muka, tetapi melalui media. Siswa berdialog dengan media sebagai “wakil guru”.guru harus menyiapkan media yang dapat merangsangsiswa aktif belajar dan mengandung umpan balik bagi kegiatan belajar atau pekerjaan siswa.salah satu model media yang dapat digunakan ialah paket pembelajaran melalui:
·         Modul
·         Pembelajaran melalui tv
·         Pembelajaran melalui kaset
·         Pembelajaran melalui video
·         Pembelajaran melalui komputer, dan
·         Pembelajaran melalui paket pengajaran berprogram
b)Berdasarkan pengolahan pesan :
1. Strategi pembelajaran deduktif
            Pesan atau materi diolah mulai dari yang umum, generalisasi atau rumusan konsep atau rumusan aturan, dilanjutkan ke hal yang khusus, yaitu penjelasan bagian-bagiannya atau atribut-atributnya dengan menggunakan berbagai ilustrasiatau contoh.
Proses pembelajaran strategi deduktif
1)      Guru menuliskan konsep
2)      Siswa mengidentifikasi/memahami
3)      Siswa menjelaskan atribut dari konsep
4)      Guru melengkapi
5)      Siswa menyimpulkan
2.strategi  pembelajaran induktif
            Dalam strategi pembelajaran induktif, pesan atau materi pelajaran diolah mulai dari yang khusus, bagian atau atribut , menuju ke yang umum , yaitu generalisasi atau rumusan konsep atau aturan.
Langkah-langkah proses pembelajaran pada strategi pembelajaran ini untuk konsep wujud benda adalah sebagai berikut:
1)      Siswa mengidentifikasi (memahami)
2)      Siswa menjelaskan tentang identifikasi
3)      Siswa menjawab masing-masing pertanyaan dengan peran guru
4)      Siswa menyimpulkan
3.Strategi pengelolaan pesan :
            20

Berdasarkan pegolah pesan, strategi pembelajaran meliputi:
1.Strategi pembelajaran ekspositori
            Guru yang mencari materi pelajaran yang akan diajarkan dari berbagai sumber kemudian guru mengolahnya serta membuat rangkuman dan atau mungkin membuat bagan.didepan siswa, guru menjelaskannya dan siswa tinggal menerimanya kemudian mencatatnya.
Langkah-langkah strategi pembelajaran ekspositori yaitu :
a).guru menjelaskan materi pelajaran secara rinci kepada siswa
b). Siswa dibawah bibmbingan guru menyimpulkan materi pelajaran tersebut
c) siswa diminta mencatat materi pelajaran dan atau mempelajarinya di rumah masing-masing.
2. Strategi pembelajaran ontinue
            Dengan menggunakan strategi ini, yang mencari dan mengolah pesan(materi pelajaran) ialah siswa, guru berperan sebagai fasilitator danpembimbing kegiatanbelajar siswa.
Proses pembelajaran yang menggunakan strategi ini:
a)      Seorang atau dua orang siswa diminta untuk mengukur sebuah alat
b)      Siswa tersebut diminta untuk menuliskan hasil pengukuran
c)      Siswa atau kelompok siswa lain diminta mengukur hal sama
d)     Siswa disuruh Menbagi bilangan dan membuat rumusan sendiri
e)      Siswa diberi tugas diberi tugas yang sama tetapi ukuran berbeda
Strategi ini terbagi dalam dua bagian yaitu :
a.       Discovery
Dengan strategi i8ni, siswa melakukan kegiatan dengan berpedoman pada langkah-langkah yang telah ditetapkan oleh guru.
Langkah-langkahnya adalah :
1.      Misalnya, siswa diberi tugas mengamati tanaman yang ada disekeliling sekolah.
2.      Guru menuliskan langkah-langkah dan hal-hal yang harus dilakukan oleh siswa pada kertas.
3.      Siswa melakukan pengamatan berpedoman panduan dari guru.
4.      Hasil pengamatan siswa dituliskan dibuku mereka dan dikelas dilaporkan serta didiskusikan.
b.      Pada penerapan strategi ini, siswa memperoleh dan menemukan sendiri pengetahuan tanpa pedoman atau panduan dari guru.

21
Kelemahan dari pengorganisasian :
1.      Setiap siswa IQ nya berbeda beda
2.      Tidak semua materi ont terlaksana
3.      Susah mngontrol
Kelebihan dari pengorganisasian :
1.      Materi mudah disampaikan dengan metode ceramah
Kelemahan dari penyampaian :
1.      Siswa sulit untuk memecahkan masalah
2.      Guru sulit memberikan motivasi
3.      Tidak mngetahui karakteristik masing-masing siswa
4.      Keterbatansan waktu
Kelebihan dari penyampaian
1.semua materi ont disampaikan
Kelemahan dari pengelolaan
1.      Materi pembelajaran hanya guru yang menguasai.
2.      Pembelajaran berapa materi tidak optimal dipahami.
Kelebihan dari pengelolaan :
1.      Kelas terkontrol
2.      Waktunya cepat
Permasalahan yang terjadi  yang terkait dengan strategi pembelajaran :
1.      Perbedaan psikologi ( siswa susah mencerna materi )
2.      Lingkungan (kondisi tidak mendukung)
3.      Sarana dan prasarana tidak memadai
Pemecahan masalah
1.      Guru mengambil alih dan benar – benar memperhatikan masing-masing siswa,
2.      Dengan berbagai cara membuat siswa menjadi aktif dalam belajar.misalnya siswa disarankan untuk bertanya.
3.      Membuat siswa kreatif, dengan membuat alat yang sederhana atau diilustrasikan.






22
2.5.TEKNIK PEMBELAJARAN

Definisi teknik pembelajaran
Cara konkrit yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik dan dipakai saat proses pembelajaran berlangsung.
Contoh:
penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswa ontinue  banyak  membutuhkan teknik sendiri dan tentunya teknik ini akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya sedikit dan akan lebih baik jika menggunakan teknik diskusi tergantung siswa yang aktif dan pasif. Dalam hal ini guru dapat berganti teknik dan koridor yang sama.
v  Sintak media pembelajaran:
·         Identifikasi tujuan
·         Melakukan analisis intruksional
·         Mengidentifikasi tingkah laku awal atau karakteristik siswa
·         Merumuskan tujuan kinerja
·         Pengembangan tes acuan patokan
·         Pengembangan strategi pengajaran
·         Pengembangan atau memilih pengajaran
·         Merancang dan melaksanakan evaluasi formatif
·         Menulis perangkat
·         Revisi pengajaran

v  Jenis – jenis teknik pengajaran
Think  pair share ( berfikir pasangan berbagi ) mendiskusikan dengan teman sebangkunya. Kemudian guru menunjuk salah satu. Seluruh siswa di beri pertanyaan untuk berfikir ± 2-5 menit kemudian di minta untuk siswa menyampaikan pendapatnya di depan kelas.
Kelebihan
Ø  Seluruh siswa di tuntut untuk berfikir
Ø  Siswa dapat meningkatkan keberanian
Kelemahannya
Ø  Tidak semua siswa dapat menyampaikan pendapatnya


23

v  Kolaborasi belajar kelompok
Dapat di bentuk kelompok 4-5 siswa yang dapat bersifat tetap setiap kelompok di bentuk ketua dan notulis atau penulis setelah itu di beri tugas untuk di bahas.Tugas di bahas berupa PR hasilnya berupa makalah atau catatan singkat.
Kelebihan
Ø  Siswa dapat bertukar pikiran antar ontin teman kelompok
Kelemahan
Ø  Tidak semua aktif dalam diskusi
Ø  Tidak semua siswa serius dalam diskusi

v  Siswa yang di pimpin sesi tinjauan
Pengajar bertindak sebagai nara sumber fasilitator. Kelompok-kelompok kecil siswa di minta untuk mendiskusikan hal- hal yang belum di diskusikan dan mengajukan pertanyaan terus siswa lain menjawabnya (forum).
Kelemahan
Ø  Hanya sebagian siswa yang aktif
Kelebihan
Ø  Siswa dapat meningkatkan pemahaman pada materi

v  Debat
Diskusi dalam bentuk debat di lakukan dengan memberikan isu yang di kontroversialkan sehingga terjadi pendapat-pendapat yang berbeda dari siswa.
Kelemahan
Ø  Siswa yang sebagai audiensi bersikap pasif
Kelebihan
Ø  Siswa berani mengungkapkan argumentasi
Ø  Siswa berani mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumentnya

v  Pertanyaan ujian
Untuk mengetahui penguasaan materi siswa tidak hanya dengan memberikan test. Namun meminta siswa untuk membuat soal ujian, kemudian siswa lain yang menjawabnya.
24
Kelemahan
Ø  Pertanyaan yang di ajukan mudah
Ø  Tingkat kesulitan rendah
Ø  Siswa tidak ont berfikir kritis
Kelebihan
Ø  Siswa di tuntut untuk menguasai materi

v  Kelas penelitian
Diberikan untuk tugas perancangan proyek kelas yang cukup besar.Tugas ini di berikan pada awal semester dan di kerjakan pada waktu yang cukup panjang kemudian di presentasikan.
Kelemahan
Ø  Tingkat bahaya cukup tinggi
 Kelebihan
Ø  Tidak hanya mendapat dari kelas tapi dari luar kelas
Ø  Dapat refreshing

v  Menganalisa study kasus
Pengajar memberikan study kasus kepada seluruh siswa dan siswa menganalisa kesalahan, kelebihan pada kasus tersebut dan bagaimana cara memberikan solusinya.
Kelebihan
Ø  Siswa berpikir kritis
Ø  Dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
Kelemahan
Ø  Teknik tidak dapat berfikir secara ontinue ( secara terus-menerus )






                                    25
BAB III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari makalah ini yaitu sebagai berikut :
·      Pendekatan pembelajarandapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.
·      Metode adalah cara yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas sebagai upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
·      Model pembelajaran adalah Pola yang digunakan secara sistematis dalam mengorganisasikan penglaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.
·      Strategi pembelajaran adalah suatu perencaan yang berisi rangkaian kegiatan yang di desain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu secara efektif dan efisien.
·      Teknik pembelajaran adalah cara konkrit yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik dan dipakai saat proses pembelajaran berlangsung.
3.2.Kritik dan Saran
Penulis dalam proses belajar maka diharapkan kritik serta saran untuk memperbaiki kedepannya.














26




DAFTAR PUSTAKA
http://massofa.wordpress.com/2011/10/15/pendekatan-cbsa-dalam-pembelajaran/Lifestyle

ilmiahhttp://smacepiring.wordpress.com/2011/10/15/pendekatan-dan-metode-pembelajaran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar