Get Gifs at CodemySpace.com

Jumat, 11 Mei 2012

Atasi Pencemaran Udara Dengan Merubah Gaya Hidup



Terhirup udara yang segar ketika berada di suatu perdesaan yang asri nan indah permai. Udara sehat yang mampu memberikan kesehatan bagi fisik manusia. Namun hal sebaliknya terasa ketika keberadaan kita di perkotaan. Kota yang penuh dengan barisan gedung dan gemuruh kendaraan yang tiada henti. Tampak gedung yang berbaris dipandangan mata ketika menelusuri jalan di perkotaan. Udara yang gersang terasa di hidung ketika udara terhirup. Itulah yang mengakibatkan masyarakat kota sering terserang penyakit dibanding masyarakat yang tinggal dipedesaan. Pencemaran udara terjadi diakibatkan karena  asap kendaraan yang tidak mampu terlegalisir secara maksimal. Kemacetan yang biasa dialami kota besar memang menimbulkan polusi udara.
Pencemaran adalah kehadiran satu atau lebih subtansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan makhluk hidup, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti ( putrcenter.net )
Pertumbuhan ekonomi masyarakat yang signifikan mengakibatkan pertambahan kendaraan masyarakat meningkat. Hal tersebut yang membuat pencemaran udara diperkotaan semakin meningkat pula. Hal lain yang mempengaruhi peningkatan pencemaran udara diakibatkan dari menurunnya penghijauan perkotaan. Kawasaan hijau yang disulap menjadi tumpukan dan barisan gedung yang menjadi faktor tidak terlegalisirnya pencemaran udara yang terjadi. Di kota besar sangat sulit untuk mendapat udara yang segar, diperkirakan 70 % pencemaran yang terjadi adalah akibat adanya kendaraan bermotor.
Di Indonesia, keadaan bermotor merupakan sumber utama polusi udara di perkotaan. Menurut World Bank, dalam kurun waktu 6 tahun sejak 1995 hingga 2001 terdapat pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia sebesar hampir 100 %. Sehingga besar kendaraan bermotor itu menghasilkan emisi gas buang yang buruk, baik akibat perawatan yang kurang baik (misak: kadar timbal/Pb yang tinggi). World Bank juga menempatkan jakarta menjadi salah satu kota dengan kadar polutan/partikulat tertinggi setelah Beijing, New Delhi, dan Mexico City. Polusi udara yang terjadi sangat berpotensi mengganggu kesehatan   (thewordiswhite.wordpress.com) 
Gaya hidup masyarakat perkotaan yang tak peduli akan keadaan lingkungan justru menambah deret pencemaran udara meningkat. Hal tersebut tampak dipandangan mata seperti tumpukan sampah anorganik maupun organik yang terserak dimana-mana. Bukan itu saja,  terlihat dipekarangan rumah yang semakin sedikit  tumbuhan hijau yang menghiasi. Pencemaran udara memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi masyarakat yang tinggal disekitar perkotaan. Gangguan pada sistem respirasi, gangguan pada pertumbuhan janin dan kanker dapat menyerang jika gaya hidup yang tak sehat masih tetap dipertahankan. Dampak lain yang dapat terjadi akibat pencernaan udara meliputi stres dan penurunan tingkat produktivitas,  kesehatan dan penurunan kemampuan mental anak  serta penurunan tingkat kecerdasan (IQ).
Para ilmuwan menunjukkan bahwa orang yang tinggal di kawasan yang memiliki polusi udara tinggi, yang ditimbulkan asap knalpot kendaraan dapat menyebabkan penurunan kinerja otak (forum.kompas.com).
Pencemaran udara juga sangat berdampak pada lingkungan meliputi menghambat fotosintesis tumbuhan, menyebabkan hujan asam, meningkatkan efek rumah kaca, kerusakan lapisan ozon.
            Jika kebiasaan buruk masyarakat perkotaan tetap menjadi budayanya maka akan semakin buruk keadaan lingkungan perkotaan serta semakin menurun tingkat kesehatan masyarakatnya. Secara otomatis akan kurang optimalnya kualitas manusia kota karena tidak dapat mengikuti berbagai kegiatan dikarenakan sakit sehingga rumah sakit pun semakin rame dengan penderita penyakit yang diakibatkan oleh pencemaran udara dan aktifitasnya terhambat. Salah satu studi melaporkan bahwa Indonesia menjadi negara dengan tingkat pencemaran udara tertinggi ketiga di dunia. Jadi jangan sampai gaya hidup masyarakat kota yang membudaya membuat Negara kita menjadi urutan kedua dalam hal polusi udara di dunia.
            Pencemaran udara dapat teratasi bila masyarakat kota berkeinginan merubah gaya hidupnya. Gaya hidup yang berbanding terbalik dengan budaya mereka. Langkah awal yang harus ditempuh untuk mengatasi pencemaran udara dengan penghijauan kembali lingkungan atau reboisasi perkotaan, sehigga tumbuhan dapat mengoptimalkan fotosistesis untuk menghasilkan oksigen yang bersih. Solusi selanjutnya yaitu mengganti bahan bakar kendaraan bermotor yag tidak menghasilkan gas karbon monoksida. Bukan itu saja, sampah yang bertebaran dapat didaur ulang atau dikelola serta daur ulang asap industri. Hal yang harus dijaga yaitu hutan yang sebagai jantung dunia yang harus dijaga dari kepunahan dan penebangan liar serta pembakaran hutan. Hutan mampu menyimpan air saat terjadi kemarau panjang serta sebagai warisan untuk anak cucu masa akan depan.
Kebijakan pemerintah yang telah berusaha namun belum mampu menyelesaikan persoalan pencemaran udara, maka hadirlanlah dari pribadi masing-masing untuk mengurangi pencemaran udara dengan berbagai solusi yang dapat dilakukan. Kepedulian Anda terhadap lingkungan akan menyelamatkan dunia dari bencana. Selamatkan dunia dari bencana asap yang menjadi tanggung jawab semua penghuni dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar