Terhirup
udara yang segar ketika berada di suatu perdesaan yang asri nan indah permai.
Udara sehat yang mampu memberikan kesehatan bagi fisik manusia. Namun hal
sebaliknya terasa ketika keberadaan kita di perkotaan. Kota yang penuh dengan
barisan gedung dan gemuruh kendaraan yang tiada henti. Tampak gedung yang
berbaris dipandangan mata ketika menelusuri jalan di perkotaan. Udara yang gersang
terasa di hidung ketika udara terhirup. Itulah yang mengakibatkan masyarakat
kota sering terserang penyakit dibanding masyarakat yang tinggal dipedesaan.
Pencemaran udara terjadi diakibatkan karena asap kendaraan yang tidak mampu terlegalisir
secara maksimal.
Kemacetan yang biasa dialami kota besar memang menimbulkan polusi udara.
Pencemaran
adalah kehadiran satu atau lebih subtansi fisik, kimia, atau biologi di
atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan makhluk hidup,
mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti ( putrcenter.net
)
Pertumbuhan
ekonomi masyarakat yang signifikan mengakibatkan pertambahan kendaraan
masyarakat meningkat. Hal tersebut yang membuat pencemaran udara diperkotaan
semakin meningkat pula. Hal lain yang mempengaruhi peningkatan pencemaran udara
diakibatkan dari menurunnya penghijauan perkotaan. Kawasaan hijau yang disulap
menjadi tumpukan dan barisan gedung yang menjadi faktor tidak terlegalisirnya
pencemaran udara yang terjadi. Di
kota besar sangat sulit untuk mendapat udara yang segar, diperkirakan 70 %
pencemaran yang terjadi adalah akibat adanya kendaraan bermotor.
Di Indonesia, keadaan bermotor
merupakan sumber utama polusi udara di perkotaan. Menurut World Bank, dalam
kurun waktu 6 tahun sejak 1995 hingga 2001 terdapat pertumbuhan jumlah
kendaraan bermotor di Indonesia sebesar hampir 100 %. Sehingga besar kendaraan
bermotor itu menghasilkan emisi gas buang yang buruk, baik akibat perawatan
yang kurang baik (misak: kadar timbal/Pb yang tinggi). World Bank juga
menempatkan jakarta menjadi salah satu kota dengan kadar polutan/partikulat
tertinggi setelah Beijing, New Delhi, dan Mexico City. Polusi udara yang
terjadi sangat berpotensi mengganggu kesehatan
(thewordiswhite.wordpress.com)
Gaya hidup masyarakat perkotaan yang
tak peduli akan keadaan lingkungan justru menambah deret pencemaran udara
meningkat. Hal tersebut tampak dipandangan mata seperti tumpukan sampah
anorganik maupun organik yang terserak dimana-mana. Bukan itu saja, terlihat dipekarangan rumah yang semakin
sedikit tumbuhan hijau yang menghiasi.
Pencemaran udara memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi masyarakat yang
tinggal disekitar perkotaan. Gangguan pada sistem respirasi, gangguan pada pertumbuhan
janin dan kanker dapat menyerang jika gaya hidup yang tak sehat masih tetap
dipertahankan. Dampak lain yang dapat terjadi akibat pencernaan udara meliputi
stres dan penurunan tingkat produktivitas,
kesehatan dan penurunan kemampuan mental anak serta penurunan tingkat kecerdasan (IQ).
Para ilmuwan menunjukkan bahwa orang
yang tinggal di kawasan yang memiliki polusi udara tinggi, yang ditimbulkan
asap knalpot kendaraan dapat menyebabkan penurunan kinerja otak (forum.kompas.com).
Pencemaran
udara juga sangat berdampak pada lingkungan meliputi menghambat fotosintesis
tumbuhan, menyebabkan hujan asam, meningkatkan efek rumah kaca, kerusakan
lapisan ozon.
Jika kebiasaan buruk masyarakat
perkotaan tetap menjadi budayanya maka akan semakin buruk keadaan lingkungan
perkotaan serta semakin menurun tingkat kesehatan masyarakatnya. Secara
otomatis akan kurang optimalnya kualitas manusia kota karena tidak dapat mengikuti
berbagai kegiatan dikarenakan sakit sehingga rumah sakit pun semakin rame
dengan penderita penyakit yang diakibatkan oleh pencemaran udara dan
aktifitasnya terhambat. Salah
satu studi melaporkan bahwa Indonesia menjadi negara dengan tingkat pencemaran
udara tertinggi ketiga di dunia. Jadi jangan sampai gaya hidup masyarakat kota yang
membudaya membuat Negara kita menjadi urutan kedua dalam hal polusi udara di
dunia.
Pencemaran udara dapat teratasi bila
masyarakat kota berkeinginan merubah gaya hidupnya. Gaya hidup yang berbanding
terbalik dengan budaya mereka. Langkah awal yang harus ditempuh untuk mengatasi
pencemaran udara dengan penghijauan kembali lingkungan atau reboisasi
perkotaan, sehigga tumbuhan dapat mengoptimalkan fotosistesis untuk
menghasilkan oksigen yang bersih. Solusi selanjutnya yaitu mengganti bahan
bakar kendaraan bermotor yag tidak menghasilkan gas karbon monoksida. Bukan itu
saja, sampah yang bertebaran dapat didaur ulang atau dikelola serta daur ulang
asap industri. Hal yang harus dijaga yaitu hutan yang sebagai jantung dunia
yang harus dijaga dari kepunahan dan penebangan liar serta pembakaran hutan. Hutan mampu menyimpan air saat terjadi kemarau
panjang serta sebagai warisan untuk anak cucu masa akan depan.
Kebijakan pemerintah yang telah berusaha namun belum mampu
menyelesaikan persoalan pencemaran udara, maka hadirlanlah dari pribadi
masing-masing untuk mengurangi pencemaran udara dengan berbagai solusi yang
dapat dilakukan. Kepedulian Anda terhadap lingkungan akan menyelamatkan dunia
dari bencana. Selamatkan dunia dari bencana asap yang menjadi tanggung jawab semua
penghuni dunia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar